Barefoot College India Adakan Kunjungan Pertukaran Pengalaman di Eduwisata Preneur Sikaspuk
(Sendangsari). Emilia Szekely selaku President dari Interautonomy (Mexico) dan Barefoot College (India) bersama tim, Interautonomy (Mexico) merupakan sebuah proyek riset dan platform digital yang diinisiasi oleh akademisi (seperti Emilia Székely dan Mark Mason dari Education University of Hong Kong). Platform ini bertujuan memetakan serta membagikan strategi kemandirian finansial dan sosial dari berbagai inisiatif komunitas di seluruh dunia agar tidak bergantung pada bantuan eksternal.
Di Meksiko, INTERautonomy meneliti dan mendokumentasikan berbagai proyek lokal yang sukses menerapkan strategi ini. Beberapa contoh proyek di Meksiko yang masuk dalam kajian mereka meliputi:
- Mata uang alternatif "Túmin": Sistem keuangan lokal di Espinal, Veracruz, untuk mengatasi kelangkaan uang peso.
- Ectágono: Inisiatif restorasi lingkungan dan kewirausahaan sosial di Mexico City.
- Pujulá: Desa wisata budaya Maya yang mandiri.
Sedangkan Barefoot College adalah sebuah organisasi non-pemerintah dan institusi pendidikan inovatif yang didirikan oleh Sanjit "Bunker" Roy pada tahun 1972 di Tilonia, Rajasthan, India.
Konsep utama dari "Kampus Telanjang Kaki" ini adalah pemberdayaan masyarakat miskin di pedesaan tanpa memandang ijazah formal.
- Mereka melatih warga desa yang buta huruf atau semi-literat (terutama perempuan paruh baya yang dijuluki "Solar Mamas") untuk menjadi insinyur surya, dokter, guru, hingga mekanik pompa air.
- Tujuannya adalah agar ilmu tersebut dibawa kembali untuk membangun desa mereka sendiri, sehingga menciptakan kemandirian lokal dan mencegah urbanisasi.
Keduanya mengadakan kunjungan pertukaran pengalaman di eduwisata preneur sikaspuk Padukuhan Kroco Kalurahan Sendangsari Kapanewon Pengasih Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (20/10/26), disambut oleh Sugiyanto dan tim pengelola Eduwisata Prenur Sikaspuk.
Kunjungan Pertukaran Pengalaman dari Barefoot College di Eduwisata Preneur Sikaspuk difasilitasi oleh Bambang Suwerda dari Bank Sampah Gemah Ripah sehubungan Bank Sampah Induk Dhuawar Sejahtera telah menjalin kerjasama program kemandirian dengan Bank Sampah Gemah Ripah. Beberapa pengurus Bank Sampah Induk Dhuawar sejatera pernah datang untuk mengikuti berbagai pelatihan yang diselenggarakan Bank Sampah Gemah Ripah.
Pada hari yang sama Suigyanto dan tim Eduwisata Preneur Sikaspuk juga menerima Ady Dharma Yudi, S.Pd. Mahasiswa S2 IPS Universitas PGRI Yogyakarta melakukan/mencari bahan artikel tentang sampah untuk mata kuliah kewirausahaan dan Sugirah ketua PKK Kalurahan Wijimulyo melakukan survei untuk kunjungan lapangan studi tiru tentang pengelolaan sampah yang direncanakan padat tanggal 01 nopember 2026 sekitar 30 pengurus dan angggota PKK Wijimulyo Kapanewon Nanggulan.
Eduwisata Preneur Sikaspuk, Padukuhan Kroco Kalurahan Sendangsari Kapanewon Pengasih Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta dimana dilokasi ini merupakan destinasi wisata berbasis lingkungan hidup dengan mensinergikan antara program kampung iklim dengan kampung berseri astra dengan inovasi giras lampah (digitalisasi dan integrasi pengelolaan sampah), dan branding sikaspuk (sadar iklim kelola air, sampah, pekarangan untuk kesejahetraan).
Emilia Szekely selaku President dari Interautonomy (Mexico) dan Barefoot College (India) bersama tim melakukan kunjungan pertukarangan pengalaman adalah untuk mempelajari model pengelolaan sampah di Bank Sampah Induk Dhuawar Sejahtera. Febriyanti selaku Direktur Bank Sampah Induk Dhuawar Sejahtera memberikan paparan bahwa sampah an organik yang sudah dipilah dari setiap rumah tangga ditabungkan di Bank Sampah Induk Dhuawar Sejahtera, dimana sampah pilah tersebut bisa diantar sendiri oleh nasabah ke bank sampah mapun petugas bank sampah menjemput kerumah nasabah.
Sebagai wujud mempermudah pengurus dalam pencatatan tabungan dan transparansi kepada nasabah, buku tabungan sudah menggunakan buku tabungan digital dengan aplikasi Tabanas yang bisa diakses oleh nasabah baik dengan menggunakan handphone android dan handphone Iphone. Tabungan sampah bisa diambil setiap saat dan bisa ditukarkan sebagai alat pembayaran telur ayam sehat dan sabun cuci cair isi ulang.
Miss Emilia dkk merasa senang telah disambut dengan sangat hangat dan diperlihatkan banyak sekali teknik serta sistem pengelolaan yang sangat menarik. Hal ini akan menjadi inspirasi bagi Barefoot College untuk program pengelolaan sampah mereka sendiri di India. Khususnya pada budidaya lalat (maggot BSF), aplikasi buku tabungan digital, sumur sampah organik (jogangan/biopori), dan teknologi pemanenan air hujan. (Sos)
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin