Merti Padukuhan Girinyono 2026, Warga Lestarikan Tradisi Ngumbah Langse Makam Petilasan Sunan Geseng

24 Juni 2026
HERU PRASETYO
Dibaca 2 Kali
Merti Padukuhan Girinyono 2026, Warga Lestarikan Tradisi Ngumbah Langse Makam Petilasan Sunan Geseng

Sendangsari– Tradisi budaya dan spiritual Merti Padukuhan Girinyono kembali digelar dengan khidmat oleh masyarakat Padukuhan Girinyono, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo. Puncak kegiatan berupa Ngumbah Langse Makam Petilasan Sunan Geseng dilaksanakan pada Senin, 15 Juni 2026 sebagai wujud penghormatan kepada leluhur sekaligus ungkapan rasa syukur masyarakat.

Rangkaian kegiatan Merti Padukuhan diawali pada Minggu, 14 Juni 2026 dengan pelaksanaan kerja bakti membersihkan makam-makam leluhur yang berada di seluruh wilayah Padukuhan Girinyono. Kegiatan gotong royong tersebut diikuti oleh warga masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap warisan budaya dan penghormatan kepada para pendahulu.

Pada Senin, 15 Juni 2026 pukul 15.30 WIB, dilaksanakan ziarah ke makam leluhur di Padukuhan Girinyono yang dilanjutkan dengan prosesi ganti langse atau penggantian tirai kain putih di Makam Petilasan Sunan Geseng. Prosesi tersebut dipimpin oleh tokoh masyarakat dan para sesepuh Padukuhan Girinyono serta dihadiri oleh Lurah Sendangsari, Suhardi, S.E. Kegiatan ini menjadi simbol penghormatan kepada Sunan Geseng yang dipercaya sebagai salah satu tokoh penyebar agama Islam di wilayah tersebut.

Suasana khidmat kembali terasa pada malam harinya melalui kegiatan Muqaddaman, yaitu pembacaan ayat suci Al-Qur’an secara berjamaah oleh warga bersama tokoh agama setempat. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk doa bersama untuk memohon keberkahan, keselamatan, serta ketenteraman bagi seluruh masyarakat Padukuhan Girinyono. Acara tersebut turut dihadiri oleh Lurah Sendangsari beserta jajaran pamong Kalurahan Sendangsari.

Dalam sambutannya, Lurah Sendangsari, Suhardi, S.E., menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan semangat masyarakat Girinyono dalam menjaga serta melestarikan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Tradisi ini tidak hanya mempererat hubungan antarwarga, tetapi juga menjadi sarana spiritual untuk mengenang dan mendoakan para leluhur kita. Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kearifan lokal dapat terus hidup di tengah masyarakat. Semoga tradisi Merti Padukuhan Girinyono senantiasa terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ungkapnya.

Merti Padukuhan Girinyono merupakan salah satu tradisi yang memadukan unsur spiritual, sosial, dan budaya dalam satu rangkaian kegiatan yang sarat makna. Selain menjadi media pelestarian budaya lokal, kegiatan ini juga memperkuat ikatan sosial antarwarga serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur warisan leluhur.

Melalui pelaksanaan Merti Padukuhan tahun 2026 ini, masyarakat Girinyono berharap keberkahan, keselamatan, dan kesejahteraan senantiasa menyertai kehidupan warga, sekaligus menjadi momentum untuk terus memperkokoh persatuan dan kebersamaan dalam membangun Padukuhan Girinyono yang harmonis dan berbudaya. (hrd)