Terima Program Padat Karya BKK Dais, Disnakertrans DIY Gelar Sosialisasi di Padukuhan Pereng
SENDANGSARI (05/06/2026) – Pemerintah Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo terus berkomitmen meningkatkan infrastruktur wilayah sekaligus memberdayakan ekonomi warga masyarakat. Salah satunya melalui realisasi program Padat Karya Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Dana Keistimewaan (Dais) dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY yang menyasar Padukuhan Pereng.
Sebagai langkah awal pelaksanaan program, sosialisasi resmi telah sukses dilaksanakan pada Kamis (04/06/2026) pukul 13.00 WIB bertempat di Sanggar Among Lare.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, di antaranya perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kulon Progo, Kapanewon Pengasih, Lurah Sendangsari beserta pamong, pendamping program, tim dari Anggota DPRD DIY Ibu Ika Damayanti, Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal), Dukuh Pereng, pengurus RT 38 dan RW 20, serta sekitar 20 warga masyarakat setempat.
Dukuh Pereng, Bapak Wahyudi, menjelaskan bahwa inti dari sosialisasi ini adalah menyampaikan kabar baik mengenai kepastian kucuran bantuan infrastruktur untuk warga Pereng pada tahun anggaran 2026.
"Tahun ini Padukuhan Pereng alhamdulillah mendapatkan bantuan padat karya BKK Dais untuk pembangunan talud. Lokasi pengerjaannya nanti akan difokuskan di wilayah Pereng RT 38 / RW 20," ujar Bapak Wahyudi saat diwawancarai setelah kegiatan.
Beliau juga membeberkan bahwa total anggaran yang dikucurkan untuk proyek ini mencapai Rp100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah). Anggaran tersebut bersifat stimulan yang mencakup pembiayaan untuk Hari Orang Kerja (HOK) atau upah tenaga kerja, penyediaan material bangunan, serta biaya operasional pelaksanaan.
Sesuai dengan esensi dari program padat karya, seluruh proses pengerjaan fisik talud ini akan dilakukan secara swakelola oleh masyarakat sekitar dan sama sekali tidak melibatkan pihak ketiga (kontraktor). Langkah ini diambil agar perputaran ekonomi dari upah kerja benar-benar dirasakan langsung oleh warga yang membutuhkan.
"Pengerjaan murni dikerjakan oleh tenaga dari masyarakat Padukuhan Pereng sendiri. Total ada 28 orang yang terlibat, dengan rincian 1 orang sebagai ketua kelompok, 5 orang tenaga tukang, dan 22 orang sebagai tenaga pembantu," imbuh Wahyudi.
Jika tidak ada perubahan, rencana pengerjaan fisik talud di lapangan akan dimulai pada Bulan Agustus 2026. Proyek ini diestimasi memakan waktu selama 18 hari kerja, dengan ketentuan hari Minggu dan tanggal merah nasional diliburkan untuk memberikan waktu istirahat bagi warga yang bekerja. (rfk)
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin