Wujud Nyata Gotong Royong, Petani Empat Padukuhan Bersinergi Buka Jalan Usaha Tani Bulak Pereng

08 Juni 2026
RAFIK ANGGAYU MUCHTI
Dibaca 7 Kali
Wujud Nyata Gotong Royong, Petani Empat Padukuhan Bersinergi Buka Jalan Usaha Tani Bulak Pereng

SENDANGSARI– Semangat gotong royong dan swadaya masyarakat kembali ditunjukkan oleh warga Kalurahan Sendangsari. Pada Minggu pagi (7/6), ratusan petani berkumpul di kawasan Bulak Pereng, Padukuhan Pereng, untuk melaksanakan kerja bakti pembukaan Jalan Usaha Tani (JUT). Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini menjadi tonggak awal dari pembangunan akses yang dinantikan selama bertahun-tahun oleh para petani setempat.

Agenda ini dihadiri langsung oleh Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Sendangsari, Dukuh Pereng, serta para petani dari empat padukuhan lintas wilayah, yaitu Padukuhan Pereng, Gegunung, Secang, dan Girinyono, yang memiliki lahan pertanian di kawasan Bulak Pereng.

Dukuh Pereng, Bapak Wahyudi, menjelaskan bahwa pembuatan jalan usaha tani ini didasari oleh kebutuhan mendesak para petani terkait aksesibilitas. Selama ini, para petani kerap menghadapi kendala fisik yang cukup berat saat mengolah lahan, terutama dalam mobilitas pengangkutan material pertanian.

 "Tujuan utama gotong royong ini adalah mempermudah akses para petani dalam mengolah lahan, merawat tanaman, hingga mengangkut hasil panen. Selama ini, petani kami rutin menggunakan pupuk kandang untuk menjaga kesuburan tanah. Namun, membawa pupuk kandang dalam jumlah banyak sampai ke titik tengah sawah selalu menjadi tantangan berat karena ketiadaan jalan yang memadai," ujar  Wahyudi saat ditemui di lokasi kegiatan.

Menariknya, pembangunan JUT sepanjang 700 meter dengan lebar 2 meter ini lahir dari kemurahan hati para pemilik lahan. Proyek ini tidak menggunakan anggaran pembebasan tanah, melainkan murni dari kerelaan para petani yang menyumbangkan sebagian tanah mereka.

Kesepakatan mulia ini sebenarnya telah dirintis sejak akhir tahun lalu, tepatnya pada 5 Desember 2025 di Sanggar Among Lare Pereng. Dalam musyawarah tersebut, para pemilik lahan sepakat merelakan tanah mereka masing-masing selebar 1 meter di sisi kanan dan kiri untuk dijadikan jalan. Proses penandatanganan kesepakatan tersebut disaksikan langsung oleh Lurah Sendangsari serta jajaran pengurus kelompok tani setempat.

Jalan baru yang sedang dibuka ini direncanakan akan membentang sepanjang 700 meter, menghubungkan kawasan Bulak Pereng hingga tembus ke wilayah Bulak Njelok di Padukuhan Secang.

Hingga saat ini, seluruh modal pembangunan bergerak secara mandiri. Mulai dari pengerahan tenaga kerja bakti, hingga pengadaan material awal seperti batu belah, tanah urap (urug), dan pipa drainase, semuanya berasal dari swadaya murni para petani. Kendati demikian, masyarakat sangat mengharapkan adanya perhatian dan stimulan dari pemerintah untuk tahap penyelesaian berupa pengecoran jalan.

Melalui pembukaan akses jalan yang lebih modern dan mudah dilalui ini, terselip harapan besar bagi masa depan pertanian di Sendangsari. Kemudahan akses dinilai akan memangkas biaya operasional (biaya angkut) dan meningkatkan efisiensi kerja petani.

"Harapan kami, dengan adanya jalan usaha tani ini, produktivitas pertanian di Bulak Pereng dan sekitarnya bisa meningkat drastis. Lebih dari itu, kami ingin sektor pertanian di Sendangsari terlihat lebih menjanjikan dan modern, sehingga dapat memotivasi generasi muda untuk tidak ragu terjun dan berinovasi di dunia pertanian," pungkas  Wahyudi menutup perbincangan. (rfm)